Diduga Dipicu Motif Cemburu, Video Oknum Pol!si Pesta di Klub Malam Disebar Pria Berinisial AG, Muruah Polda Sumut Kembali Tercoreng


Medan
- Institusi Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara kembali diguncang skandal indisipliner yang mencoreng nama baik kesatuan. Sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan dua oknum anggota Polri tengah asyik berpesta dan berbuat tidak etis bersama sejumlah wanita di tempat hiburan malam di Kota Medan, kini viral di media sosial dan memantik kecaman keras publik.


Berdasarkan hasil penelusuran dan informasi yang dihimpun Redaksi, kedua pria dalam rekaman tersebut merupakan personel aktif kepolisian. Oknum pertama diketahui berinisial Cristi alias An, yang saat ini berdinas di Polsek Medan Tuntungan. Sementara rekan yang mendampinginya berinisial Rid alias Wan, merupakan oknum yang bertugas di Polsek Pancur Batu


Dalam tayangan video tersebut, Cristi alias An dan Rid alias Wan tampak leluasa menikmati gemerlap hiburan malam. Keduanya terekam tengah berjoget dan bermesraan dengan sejumlah wanita pendamping. Tindakan ini jelas menjadi tamparan keras dan sangat bertolak belakang dengan sumpah jabatan, etika, serta disiplin kedinasan Polri.


Diduga Dipicu Motif Cemburu, Video Disebar Pria Berinisial AG


Di balik viralnya skandal amoral ini, mencuat fakta mengejutkan terkait dalang di balik tersebarnya rekaman tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh Redaksi, tersebarnya video tersebut ke ranah publik diduga kuat dilatarbelakangi oleh motif asmara dan rasa cemburu.


Seorang pria berinisial *AG* disebut-sebut sebagai pihak yang dengan sengaja menyebarkan video kedua oknum aparat penegak hukum tersebut. Akibat tindakan AG yang diduga dipicu oleh emosi sesaat tersebut, bobroknya kedisiplinan oknum aparat ini akhirnya terbongkar dan menjadi konsumsi masyarakat luas.


*Sikap Bungkam Pimpinan Polsek Tuai Tanda Tanya*


Sayangnya, upaya Redaksi untuk meminta klarifikasi terkait skandal dan beredarnya video ini terkesan menemui jalan buntu. Saat dikonfirmasi secara resmi, *Kapolsek Medan Tuntungan Iptu Adil Ginting, SH., MH.*, maupun *Kapolsek Pancur Batu Kompol Junaidi, SH., MH.*, memilih bungkam.

Keduanya sama sekali tidak bersedia membalas upaya konfirmasi dari wartawan. 

Sikap apatis dari dua pucuk pimpinan di tingkat Polsek ini sangat disayangkan dan justru memunculkan spekulasi liar di tengah publik mengenai lemahnya pengawasan internal serta dugaan adanya upaya melindungi oknum anggota yang bermasalah.


Skandal ini semakin memperpanjang daftar hitam pelanggaran disiplin di wilayah hukum Polda Sumut. Belum lekang dari ingatan publik, rentetan kasus oknum aparat yang memamerkan gaya hidup hedonis dan berpesta di kelab malam terus berulang tanpa adanya efek jera yang signifikan. 



Berulangnya insiden ini menjadi indikator kuat adanya degradasi moral yang dibiarkan mengakar pada segelintir oknum aparat. Alih-alih menjadi representasi negara dalam memberikan perlindungan dan pengayoman, perilaku menyimpang ini justru menjadi ironi yang mencederai martabat Korps Bhayangkara.



Menyikapi polemik ini, publik mendesak agar Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumut segera turun tangan mengambil langkah represif dan transparan. Pemeriksaan intensif terhadap Cristi alias An dan Rid alias Wan harus segera dilakukan.


Tindakan tegas dari pimpinan tertinggi mutlak diperlukan untuk memberikan efek jera, memutus mata rantai pelanggaran serupa, dan menyelamatkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.


Lebih baru Lebih lama