MEDAN – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan menggelar syukuran dan doa bersama lintas agama di halaman Mapolrestabes Medan, Jalan HM Moh Said, pada Senin (4/5/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim ini diadakan sebagai wujud syukur atas amannya peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di wilayah Kota Medan.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen buruh yang telah menyuarakan aspirasinya secara damai dan tertib pada 1 Mei lalu.
"Terima kasih kepada seluruh elemen buruh. Seluruh kegiatan di berbagai titik konsentrasi, seperti Pardede Hall dan Gedung Astaka Pancing, berjalan dengan sangat tertib sehingga Kota Medan tetap berada dalam kondisi yang kondusif," ujar Kombes Pol Calvijn dalam sambutannya.
Kondisi keamanan yang terjaga ini, lanjut Calvijn, merupakan hasil sinergi yang solid antara aparat kepolisian, instansi pemerintahan, tokoh agama, serta elemen masyarakat luas. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan adanya tren positif pasca-pelaksanaan Operasi Ketupat. Angka kejahatan jalanan (street crime) di wilayah hukumnya tercatat menurun hingga 14 persen, berbanding lurus dengan peningkatan rasio keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekitar 15 persen.
Acara syukuran ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Tampak hadir Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, Asisten Pemerintahan Pemko Medan Sofyan, perwakilan Kodim 0201/BS, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan Zulkarnaen Harahap. Hadir pula pimpinan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), perwakilan lintas agama (Walubi, Matakin, PHDI, PGI), tokoh masyarakat, perwakilan mahasiswa dari GMNI, serta sejumlah organisasi kepemudaan dan pers.
Mewakili Wali Kota Medan, Asisten Pemerintahan Sofyan turut mengapresiasi situasi yang aman selama May Day. Ia menegaskan komitmen Pemko Medan untuk terus menindaklanjuti aspirasi para pekerja sekaligus mengoptimalkan pelayanan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Sebagai puncak acara, kegiatan diisi dengan penyampaian tausyiah oleh Ustaz H. Arfan Maksum Nasution yang dilanjutkan dengan doa bersama. Secara bergantian, para pemuka agama Islam, Kristen, Buddha, Hindu, dan Konghucu memimpin doa sebagai simbol kuatnya toleransi dan persatuan di Kota Medan.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Polrestabes Medan bersama Bhayangkari dan jajaran Forkopimda menyerahkan tali asih kepada 31 anak yatim dari Panti Asuhan Bait Allah. Selain itu, santunan juga diberikan kepada 19 anak yatim dari keluarga besar Polri serta 4 anak anumerta Polri. Rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi ramah tamah dan makan malam bersama.