Memuat berita terbaru...

Bukan Sekadar Sita Mesin, Penegak Hukum Ditantang Cabut Akar Dugaan Perjudian di Tuntungan

 


MEDAN – Tabir gelap yang menyelimuti sindikat perjudian mesin tembak ikan di wilayah hukum Polsek Medan Tuntungan kian tersingkap. Setelah publik dihebohkan dengan temuan titik koordinat yang diduga menjadi gudang penyimpanan di Desa Tanjung Selamat, kini alur komando dan struktur operasional bisnis haram tersebut mulai terpetakan dengan jelas.

Berdasarkan hasil penelusuran mendalam dan kepingan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lapangan, sindikat ini disinyalir beroperasi dengan hierarki yang sangat terstruktur, melibatkan peran dari pemodal hingga pelaksana lapangan (operator) yang dikawal ketat.

Alur komando tersebut diduga kuat bermuara pada satu nama, yakni seorang pria berinisial D yang akrab disapa Doni alias Barus. Dalam jaringan ini, D alias Barus disinyalir memegang peran puncak sebagai 'Bos Besar'. Ia diduga kuat merupakan pemilik sah dari puluhan mesin judi tembak ikan yang beredar, sekaligus pihak yang menguasai gudang perakitan dan penyimpanan di kawasan Desa Tanjung Selamat.

Namun, dalam menjalankan roda bisnis gelapnya di lapangan, D alias Barus tentu tidak turun langsung. Untuk memastikan mesin-mesin judinya tetap beroperasi dan menghasilkan omzet di berbagai titik—seperti di depan SPBU Simpang Selayang, Pante Bokek, Simalingkar, hingga kawasan Jamin Ginting—ia disinyalir mempercayakan operasionalnya kepada dua figur utama.

Kedua figur pelaksana lapangan tersebut adalah seorang warga sipil yang diketahui bernama Jaki alias Gondrong, bersama dengan seorang Oknum TNI berinisial 'Joko'.

Kuat dugaan, Jaki alias Gondrong berperan sebagai koordinator teknis yang mengatur distribusi mesin, pengutipan hasil, hingga pengelolaan warung-warung tempat mesin disandarkan. Sementara itu, kehadiran Oknum TNI berinisial 'Joko' disinyalir menjadi tameng pelindung atau 'beking' yang bertugas memberikan garansi keamanan agar aktivitas ilegal tersebut tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum maupun protes warga sekitar.

Kolaborasi antara pemodal besar (D alias Barus), koordinator lapangan (Jaki alias Gondrong), dan aparat pelindung (Oknum TNI 'Joko') inilah yang diduga menjadi alasan mengapa aktivitas judi mesin tembak ikan di wilayah Medan Tuntungan seolah memiliki 'nyawa cadangan' dan kebal terhadap penindakan.

Terkuaknya alur sindikat ini merupakan tantangan terbuka bagi kredibilitas aparat penegak hukum. Publik kini menanti langkah konkret dan keberanian dari jajaran Polsek Medan Tuntungan yang sebelumnya sempat berjanji akan menindaklanjuti keresahan masyarakat.

Sayangnya, harapan publik akan transparansi dan tindakan cepat kepolisian seolah menemui jalan buntu. Sebagai upaya perimbangan berita (cover both sides), Tim Redaksi telah melayangkan konfirmasi resmi secara tertulis kepada Kapolsek Medan Tuntungan, Iptu Adil Ginting, S.H., M.H., beserta Kanit Reskrim Polsek Medan Tuntungan, Ipda Ropii, S.H., M.H., terkait temuan gudang dan nama-nama aktor di balik sindikat ini.

Namun, sungguh disayangkan, hingga berita ini diturunkan dan diterbitkan, kedua pucuk pimpinan di Polsek Medan Tuntungan tersebut kompak memilih bungkam. Tidak ada satu pun balasan, tanggapan, maupun pernyataan resmi yang diberikan untuk menjawab keresahan masyarakat.

Sikap diam dari pihak kepolisian ini tentu memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Mengingat adanya dugaan kuat keterlibatan Oknum TNI 'Joko' sebagai pelaksana lapangan, kolaborasi dan koordinasi yang transparan antara pihak Kepolisian (Polrestabes Medan) dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) seharusnya menjadi langkah krusial yang segera diambil, bukan justru didiamkan.

Penindakan hukum tidak boleh tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Masyarakat berharap, penegakan hukum tidak hanya sekadar mengangkut mesin dari warung-warung kecil saat ada desakan, tetapi harus berani mencabut rumput hingga ke akarnya: menggerebek gudang di Tanjung Selamat, meringkus Bos Besar D alias Barus, dan memproses oknum aparat yang menjadi pengkhianat institusi demi membekingi perjudian.